Showing posts with label Pengantar Telematika. Show all posts
Showing posts with label Pengantar Telematika. Show all posts

Wednesday, 3 February 2016

Studi Kasus : Rentenir

Rentenir adalah suatu jenis pekerjaan yang sesungguhnya tidak  jauh berbeda dengan bank dan lembaga keuangan non bank yang bergerak dibidang jasa pelayanan simpan pinjam uang. Sebagai contoh lembaga tersebut seperti Penggadaian, Koperasi Simpan Pinjam (KSP), dan Bank Umum lainnya. Perbedaannya terletak di statusnya dimana rentenir adalah wiraswasta yang tidak berbadan hukum, yang mengolah usahanya sendiri, dengan kebijakan dan peraturan sendiri. Sementara Pegadaian, KSP, dan Bank Umum lainnya adalah suatu institusi berbadan hukum dengan peraturan dan kebijakannya disesuaikan pada ketentuan-ketentuan dan ketetapan-ketetapan pemerintah atau lembaga ekonomi lainnya.

Keunggulan rentenir dapat dilihat dari proses peminjamannya. Pinjaman yang dikeluarkan oleh rentenir lebih mudah, cepat dan tidak perlu agunan (didasarkan rasa saling percaya). Peminjam yang baru biasanya diperlakukan dengan sangat baik, selanjutnya disesuaikan dengan prilaku dari masing-masing peminjam. Jumlah besar dan kecilnya pinjaman tidak dibatasi, tergantung kepada kemampuan pemberi pinjaman

Adapun rentenir memiliki kekurangan dimana hal ini yang dapat membuat peminjam mengeluh, bahkan kabur dari tanggung  jawabnya. Bunganya terlalu besar, bahkan tidak berpatokan pada suku bunga acuan Bank Indonesia. Penagihan pinjaman dilakukan dengan tindakan sewenang-wenang kepada nasabah yang mulai telat dalam membayar cicilan. Karena tidak ada jaminan atau agunannya, banyak nasabah yang akhirnya melarikan diri, karena tidak sanggub membayar. Biasanya rentenir memiliki tukang pukul untuk mengejar nasabah yang melarikan diri dari tanggung  jawabnya. 


Perbandingan Profesi

  Web Developer dan Web Designer

1. Web Developer

Web developer adalah seseorang yang menciptakan aplikasi berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman. Pada dasarnya, web developer membuat berbagai hal “terjadi” pada sebuah website. Peran web developer adalah sebagai penghubung dari semua sumber daya yang akan digunakan pada sebuah website, mulai dari pemanggilan database, membuat halaman website yang dinamis, hingga mengatur cara pengunjung untuk berinteraksi dengan elemen-elemen dari website tersebut.

Seorang web developer yang handal akan terbiasa dengan bahasa pemrograman, baik itu di sisi server ( server-side scripting ) maupun disisi client ( client-side scripting ). Dan jangan lupa dengan aspek database yang akan digunakan.

Berikut adalah bagian aplikasi yang harus dipahami oleh seorang web developer.
• Client-side: JavaScript
• Server side: ASP, ASP.NET, Java, Perl, PHP, Python, Ruby, dsb.
• Databases: MySQL, Oracle, dsb.

Aspek tampilan menjadi sisi yang agak “terpinggirkan” oleh web developer. Pada umumnya setelah scripting dari aplikasi web telah selesai dibuat, web developer akan menyerahkan pekerjaannya kepada web designer untuk menciptakan tampilan yang baik.

2. Web Designer

Web designer adalah seseorang yang bekerja dengan unsur-unsur visual pada suatu halaman web. Dia adalah orang yang membuat wajah halaman web tampak begitu “cantik”. Para web design mengintegrasikan komponen seperti gambar, file flash, atau multimedia ke dalam halaman web untuk menambah pengalaman visual user, atau untuk melengkapi content page. Pemahaman tentang Client-side scripting, HTML, CSS, cara memanipulasi image dan animasi merupakan beberapa hal yang dikuasai oleh web designer.

Berikut adalah bagian hal yang harus dipahami oleh seorang web designer:
• Client-side scripting: JavaScript
• Server-Side scripting: PHP, ASP, dsb.
• Cascading Style Sheets
• HTML
• Manipulasi image : Adobe Photosop, GIMP, Corel Draw, dsb.
• Animasi, biasanya berupa flash.

Web designer biasanya bekerja dalam tim untuk memastikan sebuah tampilan website dapat membuat aplikasi web bekerja dengan baik. Keterampilan tambahan berupa komunikasi, tentu akan menjadi sangat berguna bagi para web designer.

Sisi lain yang juga harus dipahami oleh web designer adalah usability / kegunaaan, standar W3C untuk HTML dan CSS dan kompabilitas tampilan pada browser yang berbeda.

Monday, 30 November 2015

E - Commerce

Pengertian E-Commerce
Definisi E-Commerce menurut Laudon & Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
E-Commerce atau yang biasa disebut juga dengan istilah Ecom atau Emmerce atau EC merupakan pertukaran bisnis yang rutin dengan menggunakan transmisi Electronic Data Interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimili, dan Electronic Funds Transfer yang berkenaan dengan transaksi-transaksi belanja di Internet shopping,
Stock online dan surat obligasi, download dan penjualan software, dokumen, grafik, musik, dan lain-lainnya, serta transaksi Business to Business (B2B). (Wahana Komputer Semarang 2002).
Sedangkan definisi E-Commerce menurut David Baum (1999, pp. 36-34) yaitu: E-Commerce is a dynamic set of technologies, applications, and bussines process that link enterprises, consumers, and communities through electronics transactions and the electronic exchange of goods, services, and informations.
Diterjemahkan oleh Onno. W. Purbo: E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelavanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

Definisi dari E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 3 perspektif berikut:
1. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang
menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
3. Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.

Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

2. Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)

Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Mantaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:
a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
b. Menurunkan biaya operasional (operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, bebangaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi
c. Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
e. Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.
f Memperpendek waktu produksi.
Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.
Pernyataan-pernyataan Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), yaitu:
a. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
b. Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
c. Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.

Ancaman Menggunakan E-Commerce (Threats)
Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat membahayakan asset-aset yang berharga.
Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
• System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.
• Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
• Communications Monitoring
Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
• Communications Tampering
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.
• Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
• Repudiation
Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.


Jurnal :
http://jurnal-kopertis4.tripod.com/16-3.htm

Tuesday, 3 November 2015

Teknologi dan Komunikasi

Pengertian Teknologi Komunikasi

Sebelum membahas teknologi komunikasi kita harus tahu terlebih dahulu apa itu teknologi dan apa itu komunikasi. Teknologi adalah pengembangan alat dan aplikasi yang meliputi mesin dan material yang dapat memudahkan manusia untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan berbentuk informasi antara dua individu atau lebih dengan cara yang efektif sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Agar memahami pengertian komunikasi, mari bahas secara etimologi. Komunikasi berasal dari communicatio (latin) yang artinya "pemberitahuan" atau "pertukaran pikiran".
  • Mr. Carl I. Hovland menambahkan bahwa pengertian komunikasi sebagai proses komunikator memberikan stimulan yang umumnya terdiri atas lambang lambang bahasa (verbal atau non-verbal) sehingga terjadinya perubahan tingkah laku penerima/orang lain.
  • Mr. Theodorson memperlebar pengertian komunikasi kepada wilayah ide dan emosi yaitu penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari satu individu kepada individu lain terutama melalui simbol simbol.
  • Mr. Edwin Emergy menganggap menghubungkan pengertian komunikasi sebagai salah satu bentuk seni. Komunikasi ialah seni (art) dalam menyampaikan (to express) informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain. Senada dengan para ahli lainnya, Delton E beranggapan bahwa pengertian komunikasi adalah sebagai suatu proses interaksi yang memiliki arti antara sesama manusia.
  • Mr. William albi menghubungkan pengertian komunikasi sebagai sebuah proses sosial. Proses sosial yang dimaksud adalah proses pemberian pesan/lambang/simbol yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan.
Jadi tekonologi komunikasi adalah pengembangan alat atau aplikasi yang digunakan untuk memudahkan manusia untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada orang lain, sekelompok orang atau lingkungan sekitarnya.

Perbedaan teknologi komunikasi dan teknologi informasi adalah teknologi komunikasi ditekankan pada sebagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan sedangkan teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh. Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada. Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.

Sejarah Perkembangan Alat Komunikasi

Empat Era Perkembangan Teknologi Komunikasi

• Era komunikasi Tulisan
Era komunikasi tulisan merupakan evolusi pertama manusia untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada orang lain. Komunikasi tulisan itu sendiri menggunakan teknik tulisan yang menggunakan huruf-huruf tertentu yang digabungkan menjadi suatu kata-kata yang mempunyai makna atau arti masing-masing. 

• Era Komunikasi Cetak
Setelah era komunikasi tulisan, era komunikasi berlanjut pada ditemukannya mesin cetak yang digunakan untuk membuat banyak salinan atau untuk mencetak buku dan surat kabar.  Mesin cetak pertama kali ditemukan oleh Johannes Gutenberg yang berkebangsaan Jerman. 

Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan mesin cetak sangatlah pesat dibandingkan dengan zaman dahulu. Kita dapat melihat dari perubahan bentuk mesin cetak pada mesin cetak itu sendiri. Pada zaman sekarang mesin cetak dapat kita temukan di banyak tempat bahkan terdapat tempat khusus untuk mencetak. Kita juga bisa mencetak suatu tulisan di rumah kita sendiri dengan ditemukannya mesin cetak berukuran kecil yang biasanya kita sebut dengan Printer. Bukan hanya printer saja jenis mensin cetak yang caggih pada zaman sekarang tetapi juga ada mesin cetak yang biasanya kita sebuat dengan mesin fotokopi. 

• Era Komunikasi Telekomunikasi
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, maka ditemukan beberapa penemuan baru di dunia dan ini termasuk kedalam Komunikasi Telekomunikasi. Komunikasi Telekomunikasi adalah proses penyampaian pesan antara satu orang kepada orang lain atau sekelompok orang melalui alat bantu misalnya telepon, radio, TV dan lain-lain.

• Era Komunikasi Interaktif
Manusia adalah makhluk sosial dimana semua manusia selalu berkomunikasi satu dengan yang lainnya, bukan hanya dengan berbicara saja manusia berkomunikasi tetapi dengan kita berdiam diri saja kita tetap berkomunikasi yaitu melalui bahasa tubuh atau dengan ekspresi wajah kita. Pada zaman sekarang komunikasi tidak dapat dibatasi oleh waktu, tempat dan jarak yang jauh sekali pun, pada zaman sekarang  dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat dan cangggih kita bisa berkomunikasi dengan mudah dan tidak dibatasi misalnya kita menggunakan alat bantu contohnya Handphone. Tidak hanya itu, setelah dikembangkannya teknologi internet seluruh 

Thursday, 24 September 2015

Sejarah Telematika

1. Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Hubungan antar manusia memang merupakan hal yang sangat penting sejak dahulu hingga sekarang. Manusia memang benar adanya jika disebut dengan makhluk social, karena antar manusia saling membutuhkan satu sama lain. Manusia dapat berhubungan dengan manusia lainnya dengan berkomunikasi. Komunikasi sangatlah penting untuk menjalin hubungan antar manusia, baik itu secara langsung ataupun secara tidak langsung.
Dengan berkembangnya teknologi yang sekaligus membantu dalam media komunikasi, munculah nama telematika. Telematika dapat membantu komunikasi antar manusia dengan manusia lainnya tanpa adanya permasalahan jarak. Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh untuk menyampaikan informasi satu arah maupun timbal balik terutama dalam penggunaan komputer. Oleh karena itu, telematika sangat berperan penting bagi manusia.

1.2. Batasan Masalah

Pada pembahasan ini, saya membatasi pembahasan permasalahan pada sejarah telematika dan perkembangan awal telematika.

1. Tujuan Pembahasan

Tujuan dari pembahasan permasalahan ini, pembaca dapat mengatahui dan memahami sejarah telematika. Selain itu pembaca dapat mengatahui dan memahami pengertian telematika.

2. Pembahasan

2.1. Pengertian Telematika

Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh yang berguna untuk menyampaikan informasi satu arah ataupun timbal balik dengan system digital yang mengacu dalam penggunaan komputer dalam telekomunikasi. Di Indonesia telematika berasal dari bahasa Perancis yaitu Telematique yang memiliki arti pertemuan system jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Atau bisa disebut komunikasi dalam cyberspace (ruang maya). Para praktisi menyatakan bahwa Telematics adalah singkatan Telecommunication dan Informatics sebagai bentuk dari perpaduan sistem komputer dan komunikasi.
Oleh karena itu, menurut saya telematika merupakan perkembangan teknologi dalam bidang komunikasi dengan menggunakan media perantara seperti media chating dengan menggunakan internet sebagai penghubung untuk berkomunikasi dan perpaduan antara system computer dan system digital.

 2.2. Sejarah Telematika

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’Informatisation de la societe. Dan telematika berasal dari bahasa perancis telematique yang memiliki arti gabungan antara telekomunikasi dan informatika.
Di Indonesia sendiri, perkembangan telekomunikasi sangat berkembang pesat. Dimulai pada zaman pra-sejarah, manusia berkomunikasi dan menyampaikan pikiran, pengetahuan, dan pendapat-pendapatnya dengan cara verbal atau berbicara secara langsung, dan hal tersebut menjadi bahan pembicaraan orang-orang hingga menyebar ke lingkungan sekitar. Selain dengan cara verbal, manusia juga berkomunikasi dengan menggunakan symbol-simbol atau ukiran pada dinding dan lainnya. Komunikasi tertulis pada awalnya dikembangkan untuk memungkinkan informasi untuk disimpan dan dibaca oleh orang lain jika suatu saat dibutuhkan. Pada zaman dahulu penyimpanan dan pengalihan informasi menggunakan teknologi umumnya sangat lamban, mahal dan membutuhkan ruang penyimpanan yang banyak.
Adanya telematika itu sendiri dikarenakan adanya sifat manusia yang selalu membutuhkan atau menginginkan sesuatu, terutama kesempurnaan dan kemudahan. Sehingga munculnya telematika dilakukan atas perpaduan telekomunikasi dan juga informatika. Telekomunikasi yang diambil dari adanya kebutuhan manusia dalam bidang komunikasi yang sangat cepat. Dan informatika digunakan karna perkembangan zaman menyebabkan adanya data yang tersimpan secara elektronik tak tampak oleh mata, hanya dapat dibaca oleh perangkat lunak untuk melakukan decoding (seperti pembacaan dan pengartian code).
Permasalahan jarak dalam berkomunikasi saat ini bukanlah menjadi masalah lagi untuk proses komunikasi (pertukaran informasi). Biaya penyimpanan dan pemanipulasian informasi amat sangat mudah dijangkau untuk para pelajar sekalipun. Komputer-komputer dan media penyimpanan informasi berskala besar pada saat ini memungkinkan terwujudnya basis data dengan kemampuan untuk memproses dan memanipulasi informasi.
Komputer-komputer digital dan media penyimpanan informasi berskala besar dan missal telah memungkinkan terwujudnya basis data dengan kemampuan untuk memproses dan memanipulasi informasi. Tidak dengan informasi tertulis, data yang tersimpan secara elektronik ini ‘tak tampak‘ bagi mata biasa, kecuali bagi perangkat keras dan lunak untuk melakukan decoding (seperti komputer dengan kartu baca magnetic). Teknologi pemrosesan data secara elektronik ini bersama dengan teknologi komputer digital telah menghasilkan sebuah aliansi sinergis baru yang dikenal luas sebagai teknologi informasi, atau Teknologi Telematika. Ruang , waktu, dan biaya secara berangsur-angsur direduksi melalui aplikasi-aplikasi tekonologi komputer, penyimpanan missal, dan transmisi elektronikal dan optial. Pengontrolan informasi dalam rangka teknologi seperti ini menjadi lebih terdistribusi ketimbang sebelumnya. Dan peranan-peranan pemerintah, agen-agen komersial, pengusaha-pengusaha swasta menjadi lebih sulit untuk dimengerti.
Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain. Bentuk dari telekomunikasi jarak jauh dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
  1. Komunikasi Satu Arah (Simplex). Dalam komunikasi satu arah ini pengirim dan penerima informasi tidak dapat melakukan komunikasi secara langsung dengan media atau alat yang sama. Contoh : Televisi dan Radio.
  2. Komunikasi Dua Arah (Duplex). Dalam komunikasi dua arah ini pengirim dan penerima informasi dapat melakukan komunikasi secara langngsung dengan media yang sama. Contoh : Telepon dan Video Call.
  3. Komunikasi Semi Dua arah (Half Duplex). Dalam komunikasi semi dua arah pengirim dan penerima informasi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan . Contoh : Handy Talkie, FAX dan Chatt Room.

Dalam perkembanganyan banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan oleh adanya perkembangan telematika pada saat ini. Berikut beberapa contoh manfaat yang didapatkan berkat adanya telematika.
  1. E – government
  2. E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik dan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah INDONESIA, MPR, DPR, dan DKI Jakartal. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.
  3. E-commerce
  4. Prinsip e-commerce  pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, sampai membuat klaim. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking).
  5. E-learning
  6. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarahk jauh dengan media internet berbasis web atau situs. Adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. Contohnya ialah Universitas Gunadarma memiliki Studentsite (http://studentsite.gunadarma.ac.id/) memungkinkan mahasiswa dapat melihat nilai, jadwal kuliah, dan informasi penting lainnya secara efisien. Dan memiliki E-Learning System (http://elearning.gunadarma.ac.id/) yang menyediakan berbagai modul-modul belajar, bahan kuliah, dan lain sebagainya.
Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e- technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Selain berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

2.3. Kesimpulan

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi jarak jauh yang dapat menyampaikan informasi baik dari satu arah (simplex) maupun dua arah (duplex) bahkan semi dua arah (half duplex) yang pada tiap tahunnya akan mengalami perkembangan dengan pesat. Yang pastinya akan membantu setiap umat manusia dalam melakukan kegiatan apapun.

3. Sumber